Maandag, 15 April 2013

41. BIOGRAFI KH. ABDUL HANAN MAKSUM PENGASUH DAN SEJARAH BERDIRINYA PESANTREN "FATHUL 'ULUM"


A. Riwayat hidup Pendiri (K.H. Abdul Hanan
Ma'sum) Beliau dilahirkan pada tahun 1953 M di
Boto Putih Kec. Canggu , sebuah desa
agraris yang berada di sebelah utara
Pare dan termasuk wilayah Kediri.
Ayahnya bernama Ma'sum seorang
penjual kelapa dan ibunya bernama Siti Nu'mah seorang penjual kue Onde-onde.
Beliau nomor 3 dari 6 bersaudara yaitu
Khozin, binti, Abdul Hanan, istiqomah,
Habib dan Romli Anwar. Sejak kecil
beliau sudah nampak rajin dan tekun
serta ta'at kepada orang tuanya. karena di lahirkan dan hidup dalam lingkungan
yang penuh dalan kesederhanaan, sejak
kecil dituntut untuk membantu orang
tua dengan mengembala kambing,
merumput (Angon) serta memelihara
hewan piaraan lainnya antara lain ayam, Itik dan lain-lain.

B. PERJALANAN MENUNTUT ILMU

seperti kebanyakan anak-anak pada
masa itu, beliau juga sekolah di sekolah
rakyat (SR, sekarang SD) di desa
Canggu, kemudian beliau meneruskan di
Madrasah Wajib Belajar (MWB) sampai
tingkat MTT kurang lebih selama 8 tahun dan tamat pada tahun 1965. dengan
tekat yang kuat dan penuh semangat biarpun
hanya gantung kepuh (pakean nempel di
badan) setelah menamatkan di SR dan MWB
dalam usia kurang lebih 12 tahun, beliau mulai
melangkahkan kakinya ke Pondok Raudlotul Ulum Kencong yang di asuh oleh Romo K.H.
Ahmadi dan Romo K.H. Zamrozi Syairozi. di
Pesantren inilah beliau banyak menimba ilmu
selama kurang lebih 15 tahun selain itu beliau
juga pernah mengikuti pengajian kilatan di
Pesantren-pesantren lain, diantaranya PP. Lirboyo, PP Sarang, PP Futuhiyah Mranggen,
PP Batukan, PP Langitan dll.

C. KETEKUNAN DAN KEMANDIRIAN
Dalam pandangan sesama kawan santri,
Abdul Hanan muda dikenal sebagai santri
yang tekun dan sangat ta'zhim (hormat
kepada guru). sebagai santri beliau
mempunyai jiwa sosial dan loyalitas yang
tinggi, baik kepada kawan sesama santri maupun kepada Pesantren yang telah
membimbing dan mendidiknya.

sikap
loyalitas beliau antara lain sebagai
tukang sapu, penimba kolah, Pengajian
Al-Qur'an dan juga merangkap sebagai
bendara. setelah di dasari dengan ketekunan dan keseriusan beliau di
tunjuk sebagai kepala madrasah dan
dewan Hakim, di samping itu beliau juga
mengurusi lampu-lampu untuk
penerangan Pondok Pesantren. untuk
menopang kebutuhannya dalam menimba Ilmu, setelah Biaya dari rumah non aktif
(Putus), beliau menjadi buruh juru tulis
Al-Fiyah.

keadaan ini berlangsung kurang
lebih selama 9 tahun dan disamping itu
beliau melakukan ritual Riadloh antara
lain: Puasa ngrowot, Puasa Mutih dan Ziarah ke Makam-makam 'Ulama dan
Auliya'. bahkan beliau pernah selama 3
tahun tidak pernah meninggalkan Shalat
Fardlu secara berjama'ah, dilanjutkan
dengan wiridan setiap pagi bersama
Romo K.H. Ahmadi.

D. DARI PESANTREN KE PELAMINAN
Atas dorongan Guru beliau dan
persetujuan Orang Tua serta Keluarga,
dalam Usia kurang lebih 27 tahun pada
bulan Maulud tahun 1980M terjadi
peristiwa penting yakni pernikahan beliau
dengan Siti Munawwarah, dara ayu putri dari Bapak Haji Anwar asal desa
Kwagean untuk dijadikan pendamping
hidup dalam menyelami
samudra kehidupan.

E. PENDIRI DAN PENGASUH PESANTREN Setelah melaksanakan pernikahan, untuk
sementara waktu beliau tinggal di rumah
mertua kurang lebih selama 2 tahun. Dari
Sinilah embrio Fathul Ulum tumbuh yang
bermula dari rasa simpati teman-teman
untuk berguru atas dari kelebihan dan keistimewaan beliau. diceritakan salah
seorang santri bernama Imam Mawardi
dan Abdul Karim membuat prosur (surat
edaran) tanpa sepengetahuan beliau. dan
berkat brosul ini para santri
berdatangan sedikit demi sedikit hingga mencapai 96 santri, diisi dengan kajian
kitab kuning sebanyak 40 kitab.
pengajian ini berjalan kurang lebih selama
11 bulan. dengan semakin bertambahnya
santri dan kurangnya sarana dan
prasarana yang memadai akhirnya beliau berinisiatif untuk pindah ke Kwagean
bagian Utara.


Karena sudah pisah dengan dari orang
tua dan mertua tanggung jawab beliau
menjadi ganda, baik terhadap sandang
papan dan pangan keluarga maupun terhadap rutinitas pengajian bagi para
santri. untuk bisa menopang semua
kebutuhannya dan keluarga disamping
tetap menjalankan rutinitas pengajian,
beliau berjualan singkong goreng sampai
bisa membeli ayam kampung hingga berlanjut dapat membeli ayam horen
yang jumlahnya + 400 ekor. dan dengan
modal itulah beliu dapat membeli sepetak
tanah yang akhirnya jadilah Pondok
Pesantren tercinta ini.

F. ANGRENG MONUMENTAL
Meskipun sudah mempunyai santri, beliau
belum mempunyai tempat tinggal yang
permanen. untuk sementara waktu beliau
membuat gubuk yang sangat sederhana
yang atapnya terbuat dari teple
(ayaman dari daun kelapa). Namun 15 hari kemuadian bilau membuat angreng
(sekarang ada di depan Dalem dengan
permanen). Di angreng ini beliau menetap
selama kurang lebih 3 tahun. Sedangkan
gubuknya diberikan kepada santri untuk
dijadikan kamar santri.

G. EVOLUSI FATHUL 'ULUM
Miftahul 'Ulum demikian awal mula nama
Pondok Pesantren kita, Miftahul sebagai
perlambang Pondok yang pertama kali
berdiri di Kwagean, dan 'Ulum di ambil
untuk Tabarrukan pada PP. Roudlotul
Ulum Kencong. Dikarenakan ada kesamaan nama dengan Miftahul Ulum
Jombangan, akhirnya namanya diganti
menjadi Fathul 'Ulum. tidak jauh berbeda
d engan nama pesantren yakni nama
Madrasah Diniyah Futtuhiyah, sebuah
lembaga Pendidikan yang masih dalam naungan Pondok Pesantren yang sama-
sama dari Fi'il Madli FATAHA, disamping
Tafa'ulan dengan PP Futtuhiyah
Mranggen Jawa tengah yang diasuh oleh
Romo K.H. Muslih bin Abdurrahman
selaku guru beliau mengikuti pengajian Ramadhan, juga cocok dengan hasil
I istikhoroh beliau.

REFERENSI:
1. Bapak K.H. Romdli Anwar adik beliau

2. Mbah Nyai Siti Nu'mah Ibu beliau

3. Tim Memori sang Patih

4. Mutiara seribu Ba'it.
5. www.jamalak.blogspot.com/
6. Gabung di group Facebook PP kwagean.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking